participants

Indonesia
Australia
Hong Kong
Iran
Malaysia
Malta
Singapore
Taiwan
Thailand
Vietnam

First ImageProgram Pra Event Menyongsong TdEJ 2012
Second ImageSurabaya Criterium
Third ImageProgram Pra Event Menyongsong TdEJ 2012
Fourth ImageSurabaya Criterium

Pembalap Iran Juara Tour de East Java 2011

PDFPrintE-mail

IMG_1703Tabriz Petrochemical Team Iran menjuarai Tour de East Java 2011. Gelar itu diraih setelah pembalap dari tim Tabriz, Hossein Jahanbanian Kamnabi, mencatat waktu tercepat dalam etape terakhir, Minggu, 25 September 2011.

Menempuh jarak 185,1 kilometer, yakni Gresik - Manyar - Sidayu - Paciran - Jenu - Merakurak - Tuban - Widang - Babat - Sukodadi - Lamongan - Duduksampeyan dan balik lagi ke Gresik, Kamnabi meraih waktu 4 jam, 33 menit, 23 detik. Catatan waktu yang dibukukan Kamnabi sama dengan Yeung Ying Hon dari Hongkong Cina Team.

Gelar ini menempatkan Tabriz Petrochemical Team satu-satunya klub yang paling banyak menjuarai evet tahunan tersebut. Sejak digelar pada 2005 silam, Tim Tabriz telah menjuarai empat kali balapan terakhir.

Manajer Tabriz, Kazem Kathounabadi cukup puas dengan keberhasilan timnya. Sebab, sejak hari pertama pada Jumat 23 September 2011 lalu hingga etape terakhir hari ini pembalapnya selalu menjadi pemenang. Pada hari pertama dan kedua catatan waktu terbaik dimiliki oleh Boris Shipelvskiy. "Tak penting siapa yang tercepat, yang harus disyukuri tim kami meraih juara," kata Kazem.

Adapun klub lokal asal Surabaya, Polygon Sweet Nice menempatkan satu pembalapnya, Jimmy Pranata, dalam sepuluh besar. Catatan waktunya tertinggal 44 detik dari pemenang etape. Pelatih Polygon, Wawan Setyobudi mengakui bahwa pembalapnya masih kalah kelas. “Kami belum punya mental juara,” ujar Wawan.

Sedangkan Kaswanto dinyatakan sebagai pembalap lokal yang meraih gelar Best Indonesian Rider. Pebalap asal klub Translibas Sidoarjo itu finish di urutan kelima setelah adu sprint dengan Wong Kam Po dari Hongkong Cina Team dan Hossein Alizadeh dari Tabriz.
Source : www.tempointeraktif.com